Minggu, 04 Mei 2014

Di Mana Langit Senjaku?

Kini dahigu sudah semakin bercucuran keringat. Seharian aku dan adikku bermain tanah di kebun belakang. Tanah itu kubuat rong rong untuk kelinciku yang lincahnya bukan main. Beda dengan adikku yang berkali-kali berusaha menciduk-ciduk tanah yang kemudian diangkut ke sebuah truk mainan milikknya. Baju kami sudah tidak berbentuk lagi. Penuh dengan tanah. Tak jarang ketika itu kami mengabaikan suara ibu yang terdengar sedikit memaksa kami untuk segera masuk ke dalam rumah. “Cepat mandi, bersihkan diri kalian!”
 
Semakin sore, suasana mendadak berubah kelam. Suasana mendung berhasil menyelimuti total langit sore kali ini. Tak perlu diteriaki lagi, mood kami untuk bermain memudar seiring awan hitam semakin ramai memenuhi langit-langit senja yang seharusnya indah. Seindah perasaan kami saat bermain tadi. Aku tidak mengerti. Seharusnya langit lebih mengerti apa-apa yang sedang terjadi di muka bumi ini. Setelah merasakan terik yang tak kuhiraukan tadi, seharusnya aku melihat oren, jingga, atau apalah namanya, seperti biasa. Senja yang mampu menyejukkan hati di kala gundah. Senja yang mampu menuntun di kala terpuruk oleh rasa keragu-raguan. Senja yang selalu kunantikan.

Minggu, 27 April 2014

Yang Sedang Merasa Bimbang

 
habis un ini, gue mendadak merasa grogi mengingat jadwal-jadwal pendaftaran perguruan tinggi yang batas waktunya semakin mepet.
sementara, gue masih ragu, jurusan apa yang bener-bener akan gue perjuangin. di jalur snmptn kemaren, gue udah berusaha mantapin hati buat ambil jurusan kesehatan masyarakat. disini, gue berpikir kalo dalam periode ini, negara kita memang sedang menekankan pertumbuhan dan perkembangan di bidang kesehatan. gue pengen merubah sistem negara kita sehingga melahirkan anak-anak yang sehat dan dapat diandalkan. anak-anak yang berkualitas :)
tapi, semakin dekatnya waktu ini dengan masa pendaftaran atau tes segala rupa, pikiran ini muncul lagi.

Senin, 09 Desember 2013

Review of Benabook

Pagi ini hari pertama free setelah uas sebelom akhirnya ngejalanin masa-masa remidi
Waktu luang ini adalah waktu yang pas banget dimanfaatin buat baca bukunya benazio rizky. Siapa dia? Dia siapa?

Kita sebut saja si blogger kribo. Si blogger kribo ini dengan bermodalkan diary absurdnya, berhasil menghasilkan sebuah hasil yang berhasil dihasilkan oleh penghasil upil buku, intinya si bena bikin buku judulnya benabook. Simple banget kan

Coba kalo gue yang bikin buku, mungkin ntar judulnya azbook, jadinya gini »
“Papa papa, beliin budi azbook doong”
“Eh, kamu ngrokok yaaa. Ngakuu! Ngaku nggak nih. Papa colok pake bakpao lho!”
Oke, itu asbak.

Kenapa baca benabook?