Senin, 20 Februari 2012

Blender: Tutorial Menghaluskan Sudut


Belajar Nge-Blender #Menghaluskan Sudut
THIS IS! MY FIRST POSTING tentang Blender. Dan mungkin posting ini pun berlaku bagi yang nyobain Blender. Apa itu Blender?
Tanyakanlah pada nyokap!
Blender yang gue maksud disini bukanlah Blender yang mampu membuat segelondong benda menjadi bubur berwarna pink atau ijo atau kuning etc.
But, suatu program aplikasi yang bisa dipake buat ngebikin animasi 3D, berbasis Open Source. Yup, cocok buat lo para calon animator.
Bukan berarti gue jago make Blender. Justru gue newbie. Yang tadinya gue mengira bahwa Blender cuma bisa membuburkan sesuatu, dalam waktu 10 hari berturut-turut gue dikenalin sama Blender oleh mas Aaq (FliP Semarang/Owner Berang Community) yang tidak lain adalah seorang lelaki pejantan alumnus SMA gue yang dengan baik hatinya bersedia menyebarkan ilmu kepada adik-adik kelasnya sewaktu pulang kampong 1,5 tahun lalu.
Karna gue newbie, belom banyak yang bisa gue share disini. Mungkin ini bermanfaat pun cuma buat para newbie doang. Ya sudahlah, yuk cuss.




1.      Ambil contoh sebuah kubus yang bakal dibuat halus tepinya. Langkah pertama adalah memilih Subdivision Surface pada context modifier.

 




2.      Hasil setelah pengaplikasian modifier Subdivision surface






3.      Klik opsi smooth untuk menghaluskan objek 


4.      Masuk ke menu edit mode untuk mengedit objek
5.      Tambahkan cut loop (CTRL + R) dan geser mendekati tepi (jangan sampai menembel tepi).
 
6.      Tambahkan lagi loop cut (CTRL + R) pada sisi yang lain dan geser mendekati garis tepi

. 7     Tambah cut loop lagi (CTRL + R) kemudian geser mendekati garis tepi


8.      Hasil akhir. Jadi gak hayolooh~ ?

Senin, 02 Januari 2012

Misteri Anting-Anting

jadi inget masa kanak kanak gue. bukan TK. bukan. bukan nya gue nggak pernah TK. tapi ini bukan waktu TK. walopun TK itu masa kanak-kanak gue. bukan nya gue nggak inget masa TK gue. iy, pokoknya bukan. jadi, gua keinget sama masa kanak kanak gue tapi bukan TK.
langsung aja ya. jadi, waktu gue kecil gue suka banget tuh, main-main di lapangan badminton RT gue. kecenya badai deh RT gue. lapangan? ada. mushola? ada. warung makan? ada. wartel? ada. orang kece macem gue? ada. hihi


lanjut, di lapangan itulah keanehan terjadi. gue biasanya main-mainnya habis sholat maghrib. karena menurut kita, itulah waktu paling efisien buat main di lapangan, dimana mushola RT gue bersebelahan sama itu lapangan. tiap gue dan temen gue (sebut aja si juminem < nama samaran) main di lapangan itu, pasti nantinya kuping kita dan anting anting kita nyangkut di net yang terbentang di lapangan itu. setelah nyangkut, kuping kita sudah tidak beranting sebelah. tiap kita cari, nggak pernah ketemu. padahal gue yakin mata gue nggak rabun. akhirnyaa, kita pulang membawa kabar dan bukti dengan menunjukkan kuping sebelah kita ke ibu kita masing-masing. karena tidak ada ibu yang tidak sayang anaknya, kita pun dibeliin anting anting lagi sama ibu kita. kita main lagi. disitu lagi. eh, ilang lagi. beliin lagi. main lagi. disitu lagi. nggak ilang lagi. main lagi. nggak disitu lagi. dan pastinya nggak ilang lagi.
tahukan anda, dimana bentuk keanehannya? *JENGJENG (tabuhin genderang)